Prosedur Sertifikasi

Prosedur Sertifikasi
Prosedur Sertifikasi

1. Persyaratan Dasar Pemohon Sertifikasi

  1. Minimal berijazah SMK bidang Akuntansi, pengalaman bekerja minimal 1 tahun di bidang Akuntansi atau Pembukuan.
  2. Minimal berijazah SMU/sederajat, pengalaman bekerja minimal 2 tahun di bidang Akuntansi atau Pembukuan.
  3. Minimal berijazah D3 Ekonomi, memiliki sertifikat pelatihan/workshop/seminar di bidang Akuntansi atau Pembukuan dalam kurun waktu 3 tahun terakhir.
  4. Minimal berijazah S1 (non ekonomi), pengalaman bekerja minimal 2 tahun di bidang Akuntansi atau Pembukuan.

2. Hak Pemohon Sertifikasi dan Kewajiban Pemegang Sertifikat

1. Hak Pemohon

a. Peserta yang lulus dalam asesmen kompetensi akan diberikan sertifikat kompetensi dengan spesifikasi sebagai berikut:

Lambang pada Sertifikat

:

Garuda berwarna emas
Ukuran blanko Sertifikat

:

A 4 (210 x 297) mm
Jenis Kertas

:

Security paper
Warna

:

Putih
Berat dan tebal

:

berat 130 gram/m2, tebal 130 mikrometer
Tingkat kecerahan

:

80 %
Bahan kertas

:

Pulp kayu kimia 100 %
Tanda Pengaman

:

Tanda air logo Garuda
Minutering

:

Berpendar warna merah, biru dan kuning bila disinari ultra violet.
Bahasa Penulisan

:

bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Hal ini bertujuan agar para pemegang sertifikat kompetensi bisa bersaing dalam pasar kerja nasional dan internasional serta dalam rangka MRA (Mutual Recognation Arrangement)
Masa berlaku sertifikat

:

3 (tiga) tahun

b. Menyampaikan keluhan, komplain, dan permintaan penyelesaian perselisihan kepada LSP – MakU

c. Mendapatkan informasi adanya setiap perubahan, dan persyaratan Sertifikat Kompetensi.

2. Kewajiban Pemegang Sertifikat

  1. Kewajiban Pemegang Sertifikat
  2. Melaksanakan keprofesian bidang penyusunan dan analisis laporan keuangan sesuai dengan prosedur/SOP dan peraturan yang berlaku.
  3. Mengikuti program surveilan yang ditetapkan LSP MakU minimal 2 kali.
  4. Mengisi Log-Book (rekaman kegiatan) dan melaporkannya pada saat dilakukan
  5. Mematuhi kode etik pemegang sertifikat kompetensi

Proses Sertifikasi

  1. Persyaratan Pendaftaran
  2. Mengisi formulir Permohonan Sertifikasi Kompetensi
  3. Membayar biaya sertifikasi awal.
  4. Mengisi Formulir Asesmen Mandiri
  5. Melampirkan bukti-bukti diri sesuai dengan isian pada Asesmen Mandiri.
  6. Menyetorkan pasfoto warna latar merah ukuran 3×4 dan 4×6, masing-masing 2 lembar.
  7. Menyetorkan surat rekomendasi dari pihak ketiga terkait kemampuan yang dimiliki (jika ada)

Proses Asesmen

  1. Bagian Sertifikasi menelaah berkas pendaftaran dan bukti-bukti diri pemohon.
  2. Bagian Sertifikasi menelaah dan mengisi Asesmen Mandiri sesuai dengan berkas dan bukti-bukti diri pemohon dan memutuskan pemohon dapat menjadi calon peserta uji setelah mempelajari berkas Aplikasi Permohonan Sertifikasi dan Asesmen Mandiri
  3. Konfirmasi tertulis dikirimkan kepada calon peserta untuk mengkonfirmasi waktu dan tempat pelaksanaan uji kompetensi.
  4. Peserta wajib menyampaikan konfirmasi kehadiran kepada LSP Maku.

Proses Uji Kompetensi

  1. Uji kompetensi dilakukan oleh Pengawas dan Asesor kompetensi yang telah ditunjuk.
  2. Pelaksanaan uji kompetensi dilakukan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh LSP Maku.
  3. Proses uji kompetensi dapat dilakukan dengan tes tertulis, praktik dan atau wawancara yang mengacu pada SKKNI maupun Standar Khusus.
  4. Perangkat asesmen/Materi Uji Kompetensi yang digunakan saat uji kompetensi adalah perangkat asesmen yang telah divalidasi oleh LSP Maku.
  5. Pengawas, Asesor Kompetensi dan Peserta menandatangani Formulir Persetujuan Asesmen dan Kerahasiaan.
  6. Asesor Kompetensi dan Peserta menandatangani Rekomendasi dan Umpan Balik Asesmen.
  7. Rekomendasi hasil uji disampaikan oleh asesor kompetensi kepada LSP Maku. Rekomendasi didasarkan pada hasil evaluasi yang dituangkan dalam Laporan Asesmen dan Berita Acara.
  8. Peserta uji yang dinilai Belum Kompeten pada unit kompetensi tertentu, maka diberikan kesempatan untuk mengikuti uji kompetensi ulang pada unit yang belum dilulusi dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan sejak ditetapkan.
  9. Peserta mengisi Formulir Umpan Balik setelah mendapatkan hasil rekomendasi.

Keputusan Sertifikasi

  1. Asesor Kompetensi menyerahkan seluruh berkas, laporan asesmen dan berita acara kepada LSP Maku untuk selanjutnya dibahas dalam rapat pengambilan keputusan.
  2. Rapat pengambilan keputusan wajib dihadiri oleh pengambil keputusan dan pengurus LSP Maku yang tidak terlibat dalam asesmen dan uji kompetensi.
  3. Hasil rapat dituangkan dalam Risalah Rapat, untuk selanjutnya diterbitkan Surat Keputusan Hasil Asesmen dan Uji Kompetensi serta Sertifikat Kompetensi.
  4. Peserta yang memperoleh sertifikat kompetensi adalah peserta yang melulusi seluruh unit kompetensi dalam skema/ruang lingkup ini.
  5. LSP Maku menerbitkan Surat Keputusan Hasil Asesmen dan Uji Kompetensi.
  6. LSP Maku menerbitkan Sertifikat Kompetensi berdasarkan SK Hasil Asesmen dan Uji Kompetensi.
  7. Sertifikat Kompetensi berlaku selama 3 (tiga) tahun dan memiliki nomor registrasi.