Banding Atas Keputusan Sertifikasi

  1. LSP Maku memiliki proses terdokumentasi untuk menerima, mengevaluasi dan membuat keputusan mengenai banding
  2. Pemohon atau klien memiliki hak untuk mengajukan banding kepada LSP secara tertulis dimana proses penanganan banding dapat diakses publik tanpa diminta.
  3. Bagian administrasi menerima pengajuan banding dan melakukan pencatatan pengajuan dalam log book. Penanganan Banding/Keluhan. Permohonan, investigasi, dan keputusan banding tidak akan mengakibatkan diskriminatif terhadap pemohon.
  4. Bagian administrasi menyerahkan pengajuan banding tersebut kepada Manajer mutu untuk ditindaklanjuti terkait substansi banding.
  5. Direktur membentuk tim independen banding, berdasarkan usulan dari Manajer Sertifikasi. Tim independen banding adalah tim yang tidak terlibat dalam program sertifikasi atau pelaksanaan asesmen pemohon. Tim independen banding terdiri atas minimal 3 orang yang terdiri dari praktisi. Tim independen banding bertanggung jawab kepada Direktur.
  6. Tim independen banding melakukan verifikasi alasan pengajuan banding, mengkonfirmasi substansi banding serta kepada personel LSP Maku yang terlibat dalam proses sertifikasi pihak yang mengajukan banding. Informasi ini diperoleh melalui komunikasi secara langsung yang dilakukan secara terpisah antara pihak yang mengajukan banding, penguji, pengawas dan pengambil keputusan. Informasi ini kemudian dilaporkan kepada Direktur.
  7. Apabila tidak ditemukan kesalahan dalam penilaian maupun pengambilan keputusan sertifikasi, maka tim independen banding akan menolak banding yang diajukan oleh pemohon atau klien serta menguatkan hasil penilaian dan keputusan sertifikasi yg sudah ditetapkan.
  8. Apabila ditemukan kesalahan dalam penilaian atau keputusan sertifikasi, maka Tim Independen Banding akan menerima banding dari pemohon/klien kemudian meminta LSP Maku untuk menerbitkan atau mengembalikan status sertifikasi pemohon banding.
  9. Direktur menerbitkan SK hasil banding. Keputusan banding bersifat final dan banding tidak dapat dilakukan kembali. Apabila pemohon yang mengajukan banding tidak puas dengan hasil banding, maka pemohon dapat mengajukan keluhan ke Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), atau Komite Akreditasi Nasional (KAN) atau pengadilan di area Makassar.